MEJUAH - JUAH

My life.....

My life always blessing by my GOD... "JESUS"

Monday, December 7, 2009

Merry Christmas


Selamat hari Natal 25 Des 09 dan Tahun Baru 01 Jan 10

Taman Iman SIDIKALANG


Garden of Faith Tourism, Religious Tourism Site Dairi

"Sitinjo, An Unique Spiritual Tourism Site." So an English-language national media homeland, January 9, 2005 interpret the religious nature tourism panorama Dairi would we stopped. Letaknya di Kecamatan Sitinjo, 3 kilometer dari Kota Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara . It is located in District Sitinjo, 3 kilometers from the City Sidikalang, Dairi Regency, North Sumatra.

Mobil masih melaju melintasi aspal hitam. The car still drove across the black asphalt. Pemandangan di luar kabin seakan menarik kami untuk segera tiba di tujuan. The scene outside the cabin as we pulled to soon arrive at the destination. Tak sabar rasanya. It impatiently. Fauzi, sang fotografer mulai sibuk menyetel kamera. Fauzi, the photographer began to busy adjusting the camera. “Ini pasti menarik,” katanya. "It's certainly interesting," he said.

Tak lama, mobil menikung ke kiri, melewati sebuah portal yang bertuliskan “Taman Wisata Iman”. Before long, the car swerved to the left, through a portal that reads "Faith Park". Taman Wisata Iman, sebuah nama yang tepat untuk lokasi yang mengandung sejuta makna ini. Taman Wisata Iman, an appropriate name for the location that contains a million of this meaning. Jejeran pinus menghantar kesejukan pada mata. Pine lined brings coolness to the eye. Lalu, satu persatu bangunan rumah ibadah ibadah masing-masing agama tampak berdiri tegar. Then, one by one house of worship buildings of worship of each religion seems to stand strong. Semua rumah ibadah ada di sana. All houses of worship there. Seakan-akan Dairi ingin menunjukkan bahwa keaneragaman agama yang saling rukun dan bersatu adalah sesuatu nilai yang agung dan pantas ditanamkan. As if Dairi want to show that religion keaneragaman harmonious and united to each other is something of great value and worth invested.

Mobil kami menanjak jalanan berliku. Our car climbed the winding road. Namun bagi umat Kristiani, jalanan yang berliku dan mendaki diyakini memiliki nilai spiritual tersendiri. But for Christians, winding streets and climbing believed to have its own spiritual value. Bagi mereka, berjalan di sepanjang Taman Wisata Iman mengibaratkan perjalanan Yesus memikul salib hingga Puncak Golgota. For them, walking along the Nature Trail Faith likens the journey of Jesus carried the cross to Golgotha Peak.

Mereka tertawa, tersenyum. They laughed, smiled. Tampak sesuatu di wajah mereka. Looked something in their faces. Nyaman. Comfortable. Dan, yang pasti mereka berbeda agama. And, they certainly different religions.

“Itulah fungsi utamanya. "That's the main function. Mengenangkan penderitaan Yesus atau the Passion of the Christ seperti dalam film gubahan Mel Gibson itu ,” kata Sekda Kecamatan Sitinjo Anton Sihaloho sarat makna. Recalling the sufferings of Jesus or The Passion of the Christ as in the film was composed by Mel Gibson, "said Secretary Sub Anton Sihaloho Sitinjo full meaning.

Sekitar 100 meter setelah mendaki jalan berliku, perjalanan kami hentikan. Approximately 100 meters after climbing the winding road, the journey we stopped. Sebuah vihara berdiri tepat di sebelah kiri jalan. A monastery was standing right on the left side of the road. Vihara Saddhavadana namanya. Saddhavadana monastery its name. Vihara ini telah berdiri sejak tahun 2002 dan hinga kini selalu ramai dipenuhi umat Buddha baik lokal mau pun Medan, bahkan kota-kota lain. This monastery was established in 2002 and now hinga always crowded local Buddhists want any field, even other cities.

Memasuki bagian dalam vihara, sejenak keheningan terasa. Entering the inside of the monastery, a moment of silence was. Sebuah patung Buddha duduk bersila dengan telapak tangan menengadah ke depan sementara tangan kiri menyokong sikunya dari bawah. A statue of Buddha sitting cross-legged with palms up to the front while the left hand supporting an elbow from below. Temaram lampu redup menyala membikin suasana semakin sakral. Dim the lights dim lights make the atmosphere even more sacred. Gema suara pelan dengan penjaga vihara masih dapat terdengar menggelinding di antara bangunan. Echoes softly with guard monasteries can still be heard rolling in between the buildings.

Perjalanan kembali dilanjutkan. Travel back to continue. “ Goa Bunda Maria , sakrarlnya,” Membuat kami penasaran. "Goa Mary, sakrarlnya," Make us wonder. Kami pun segera turun. We were soon off. Sebelum menuju ke sana kami pun harus melewati jalan-jalan setapak menurun. Before getting there we had to pass through the paths decreases. Hamparan bunga-bungaan sedikit mengusik pikiran akan firdaus. Carpet of flowers a bit disturbing thoughts to paradise. Damainya. Peaceful.

Jalan menurun, meski melelahkan namun paling tidak sebuah makna tergapai dari sana. Way down, though tiring but at least a meaning tergapai from there. Relief-relief yang menggambarkan perjalanan penderitaan Yesus sebelum naik ke surga (the Passion of the Christ) terasa hidup. Reliefs depicting the journey of suffering of Jesus before ascending into heaven (The Passion of the Christ) was alive. Patung-patung itu menggambarkan ketika Yesus diadili, disiksa, memikul salib ke Puncak Golgata hingga akhirnya Ia disalibkan dan dikuburkan di sebuah gua. The statues were described when Jesus was tried, tortured, bore the cross to the summit Golgata until finally He was crucified and buried in a cave.

Beberapa pondok kecil dengan jendela terbuka menghadap lembah dan bukit meramaikan bangunan gereja di samping relief-relief itu. Several small cottage with an open window overlooking the valley and the hills enliven the church building next to the reliefs. Sambil menunggu keluarga yang sedang berdoa, para pengunjung beragama Kristen masih dapat bersabar dengan ayunan dan beberapa tempat duduk dari kayu di taman tak jauh dari pondok doa itu. While waiting for a family who were praying, the Christian visitors are still able to be patient with a swing and some wooden seats in a park not far from the cottage prayer.

Masih setengah perjalanan. Still half way. Terasa lelah mendaki jalanan berkelok naik turun, kami pun beristirahat sejenak. Felt tired climbing up and down the winding road, we rested for a moment. Pemandangan alam yang indah. Beautiful natural scenery. Udara aroma pinus tercium di mana-mana. The air smelled of pine scent everywhere. Anak-anak pelajar tampak berbondong-bondong. Student children appear in droves. Beberapa keluarga asyik berkumpul menikmati makan siang beralaskan tikar. Several families gathered to enjoy great lunch mats. Mereka tertawa, tersenyum. They laughed, smiled. Tampak sesuatu di wajah mereka. Looked something in their faces. Nyaman. Comfortable. Dan, yang pasti mereka berbeda agama. And, they certainly different religions.

Kami akhirnya tiba di sebuah bangunan mesjid dan relief Ka'bah di sampingnya, setelah beberapa menit mengunjungi pura bagi penganut agama Hindu. We finally arrived at a building the Kaaba mosque and relief at his side, after a few minutes to visit the temple for the Hindu religion. Bangunannya tepat menghadap lembah dengan sebuah taman dan tempat duduk kayu di depannya. Appropriate building overlooking the valley with a garden and a wooden seat in front of him. Dari sini akan tampak pemandangan menuju Kecamatan Sumbul. From here the view will look towards Sub SUMBUL.

Relief Ka'bah tampak dikelilingi bunga-bunga. Reviving the Kaaba was surrounded by flowers. Beberapa pengunjung tampak asyik membidikkan lensa kameranya. Some visitors seemed absorbed in aiming his camera lens. Ada juga yang berjalan-jalan di sekitar taman sambil memandanginya lama-lama. There are also walking around the park looking at him for long. Inilah puncak perjalan ke Taman Wisata Iman. This journey to the top of the Faith Park.

Sembari menikmati hidangan kopi panas, di hari yang mulai sore itu, kembali terenung dalam hati bahwa inilah karunia Sang Penguasa. While enjoying the meal hot coffee, the day began that afternoon, back terenung in my heart that this is the gift of the Lord.

^..^

lagu KARO

Enda pe kalak karo


what do you think of this picture....